Mengenal Pengertian Asuransi Syariah

09 Oct 2021

Banyak orang yang memutuskan untuk memiliki asuransi. Satu di antara sekian banyak pertimbangannya yaitu ingin memiliki solusi saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jika sahabat salah satu dari sekian banyak orang tersebut, maka selamat karena keputusanmu sudah tepat. Namun, timbul ketakutan lain.

Apakah asuransi bebas dari riba? Karena produk keuangan umumnya sangat dekat dengan riba. Jika sahabat juga merasakan ketakutan serupa, jangan risau. Sahabat bisa punya asuransi yang halal dan otomatis bebas dari riba yang bernama asuransi syariah.
Akan tetapi, bagaimana pengertian asuransi syariah itu? Apa perbedaan asuransi syariah dan asuransi konvensional? Ikuti bahasan artikel berikut.


Pengertian Asuransi Syariah


Asuransi Syariah adalah program proteksi yang didasari oleh niat untuk membantu dan saling melindungi sesama peserta. Sejumlah dana yang telah terkumpul (dana tabarru) akan dikelola dengan prinsip yang sesuai dengan aturan dalam Islam. Dana itulah yang nantinya dipergunakan sebagai hibah/hadiah saat di antara para peserta mengalami risiko yang tidak diinginkan tersebut.
Mengapa niat menjadi hal utama yang harus digarisbawahi? Hal ini sesuai dengan hadits nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

ٍعَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
“Setiap amalan itu hanyalah tergantung niatnya. Dan seseorang akan mendapat ganjaran sesuai dengan apa yang diniatkannya”. (HR. Bukhari & Muslim dari Umar bin
Khattab).

Selain itu, asuransi syariah memiliki prinsip bebas dari riba, gharar/penipuan, dan maysir/perjudian. Akad/perjanjian dalam asuransi syariah pun jelas sejak awal, yakni akad tijarah (akad jual beli) dan akad tabarru (akad tolong menolong). Dengan akad tijarah, perusahaan asuransi adalah pengelola dana tabarru di atas dan memperoleh ujrah (biaya jasa). Sedangkan dalam akad tabarru, para peserta memberikan dana tabarru tadi sebagai hadiah/hibah bagi peserta lain yang terkena musibah.

Oleh karena itu, hal-hal di ataslah yang menjadikan asuransi syariah dikatakan halal. ditambah lagi, MUI melalui Dewan Syariah Nasional (DSN) mengatur dan menjadi pengawas langsung.

Lalu, apa yang menjadi perbedaan asuransi syariah dan asuransi konvensional?


Perbedaan asuransi syariah dan asuransi konvensional

Secara umum, ada enam hal yang menjadi perbedaan antara asuransi syariah dan asuransi konvensional. Keenam hal tersebut ialah pada prinsip dasar, perjanjian/akad, kepemilikan dana, investasi dana, pembayaran klaim dan pengawasan.


1. Prinsip Dasar

Dengan niat saling tolong menolong tadi, menjadikan prinsip dasar asuransi syariah adalah risk share. Para peserta saling berbagi risiko untuk ditanggung bersama-sama. Sementara asuransi konvensional memiliki prinsip dasar risk transfer. Masing-masing pemilik polis (akun asuransi) memindahkan risiko yang dialaminya kepada perusahaan asuransi.


2. Perjanjian/Akad


Asuransi syariah didasarkan pada perjanjian tabarru yang berarti hadiah atau hibah. Dengan demikian hukum asuransi syariah menurut Islam adalah boleh, karena hibah hukumnya mubah. Sedangkan pada asuransi konvensional, perjanjiannya berupa akad tabaduli (jual beli) yang membuat ruang terjadinya unsur gharar.


3. Kepemilikan Dana

Seluruh nominal dana yang terkumpul dari program asuransi syariah adalah berstatus dana milik para peserta. Hanya saja sudah dikurangi untuk membayar jasa perusahaan asuransi sebagai pengelola dana tersebut. Dalam hal asuransi konvensional, keseluruhan dana yang telah terkumpul, menjadi milik perusahaan asuransi.


4. Investasi Dana

Sejumlah besar dana yang terkumpul dalam program asuransi syariah akan dikelola oleh perusahaan. Namun, ketentuan cara pengelolaan dana tersebut wajib sesuai dan berdasarkan syariah atau hukum Islam. Berbeda dengan syariah, pada asuransi konvensional, dana yang terkumpul akan dikelola oleh perusahaan asuransi tanpa didasari oleh ketentuan yang diperbolehkan dalam Islam.


5. Cara Pembayaran Klaim

Perusahaan asuransi membayarkan klaim kepada nasabah menggunakan nominal uang yang terdapat dalam rekening perusahaan dalam asuransi konvensional. Sementara dalam asuransi syariah, perusahaan membayarkan klaim kepada nasabah menggunakan rekening dana tabarru, yang terpisah dengan rekening perusahaan tersebut.


6. Sistem Pengawasan

Dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya, perusahaan asuransi yang memiliki program asuransi syariah mendapat kontrol dari Dewan Pengawas Syariah MUI, agar sesuai dengan kaidah-kaidah syariah. Sementara untuk program asuransi konvensional, perusahaan asuransi tidak menerima pengawasan.

Usai sudah pembahasan tentang Asuransi Syariah, baik dari sisi pengertian dan perbedaannya dengan asuransi konvensional. Mengingat pasar syariah di Indonesia semakin meningkat tiap tahunnya, maka akan semakin beragam produk asuransi syariah yang ada sehingga semakin mudah untuk ditemukan. Wakalahmu sebagai marketplace khusus asuransi syariah memiliki beragam produk untuk membantumu memenuhi kebutuhan produk proteksi yang halal dan sesuai syariat Islam.

 

Coba produk Wakalahmu


Asuransi Kendaraan Syariah

Solusi yang baik untuk melindungi kendaraan Anda
Lihat

Asuransi Perjalanan Syariah

Solusi yang baik untuk memberikan rasa tenang dalam perjalanan Anda
Lihat

Asuransi Kecelakaan Diri Syariah PLUS

Solusi yang baik untuk memberikan rasa aman dalam beraktifitas di masa Pandemi
Lihat

Mu’awanah Kebajikan

Solusi untuk mengoptimalkan kebaikan Anda
Lihat

Asuransi Rumah Tinggal Syariah

Solusi yang baik untuk perlindungan rumah tinggal Anda
Lihat

Artikel Lainnya

Berapa Gaji Minimal yang Wajib Bayar Zakat Penghasilan? Ternyata Begini Cara Hitungnya

zakat penghasilan - Zakat penghasilan adalah jenis zakat yang wajib dikeluarkan oleh tiap orang Islam saat sudah memenuhi syarat atau...
Baca sekarang

Waktu Sholat Tahajud Terbaik + Tata Cara, Niat, dan Doa Sholat Tahajud

waktu sholat tahajud - Waktu sholat tahajud mesti diketahui apabila Sahabat memiliki niat untuk melaksanakan ibadah sunah yang satu ini....
Baca sekarang

Kenapa Zakat Fitrah Wajib? Ternyata Ini Tujuan Mengeluarkan Zakat Fitrah

tujuan mengeluarkan zakat fitrah adalah - Sebagai seorang Muslim, mengetahui tujuan mengeluarkan zakat fitrah rasanya perlu untuk dilakukan. Pasalnya, dengan...
Baca sekarang

Gak Hanya Istilah, Ini Dia 10 Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional

perbedaan bank syariah dan bank konvensional - Tidak hanya istilah yang dipakai, perbedaan bank syariah dan bank konvensional ada banyak...
Baca sekarang

Pengertian Dana Tabarru, Istilah yang Bikin Asuransi Syariah jadi Boleh

Dana tabarru adalah - Dana tabarru adalah hal yang wajib diperhatikan dan diketahui ketika akan membeli produk asuransi syariah. Pasalnya,...
Baca sekarang

Peristiwa Luar Biasa dalam Peradaban Islam yang Terjadi di Bulan Dzulhijjah

Dzulhijjah - Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan yang cukup penting dalam sejarah Islam. Pasalnya, bulan Dzulhijjah menjadi latar berbagai...
Baca sekarang

Asuransi di Mata Ustadz Abdul Somad, Adi Hidayat, Khalid Basalamah, Buya Yahya. Cek di Sini!

hukum asuransi dalam islam - Hukum asuransi dalam Islam adalah hal penting dan mendasar untuk diketahui. Pasalnya, akan berbahaya apabila...
Baca sekarang

Qurban Pelosok Negeri

[Satu klik untuk penyaluran qurban terbaik] Idul Adha sudah tak lagi lama. Jika Sahabat merayakannya dengan berkurban, tentu harus segera...
Baca sekarang

Syarat-Syarat Hewan Kurban yang Sesuai Syariat Islam

syarat hewan kurban - Syarat hewan kurban menjadi penting diketahui sebelum membeli hewan kurban. Pasalnya, jika ternyata kondisi hewan kurban...
Baca sekarang



Kontak WA Wakalahmu